Saturday, November 28, 2015

Basis Data VS Sistem Basis Data

BASIS DATA VS SISTEM BASIS DATA



1.      Basis Data

Basis data adalah, basis data terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu kata Basis dan Data. Basis bisa di artikan sebagai markas ataupun gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data yaitu kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek, seperti manusia, barang, dan lain-lain yang direkam ke dalam bentuk angka, bentuk huruf, simbol, teks, bunyi, gambar atau juga  kombinasinya. Jadi pengertian basis data adalah kumpulan terorganisasi dari data – data yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh penggunanya. Definisi Basis data juga dapat diartikan sebagai kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih tabel yang terintegrasi satu sama lain, dimana setiap user diberi wewenang untuk dapat mengakses ( seperti mengubah,menghapus dll.) data dalam tabel-tabel tersebut.

Tujuan Basis data adalah sebagai berikut ini :
ü  Kecepatan serta kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi atau juga menampilkan kembali data tersebut.
ü  Efisiensinya ruang penyimpanan, karena dengan basis data, redudansi data akan bisa dihindari.
ü  Keakuratan (Accuracy) data.Ketersediaan (Availability) data.
ü  Kelengkapan (Completeness) data, Bisa melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada table.
ü  Keamanan (Security) data, dapat menentukan pemakai yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek yang ada didalamnya serta menentukan jenis -jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
ü  Kebersamaan Pemakai (Sharability), Pemakai basis data bisa lebih dari satu orang, tetapi tetap menjaga atau menghindari masalah baru seperti: inkonsistensi data (karana data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) dan juga kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data tersebut.

Studi Kasus :

Sebagai contoh sederhana ketika kita ingin mencatat data alamat dan telepon dari kolega kita. Sebagai orang akan menggunakan buku alamat. Metode pencatat dilakukan dilakukan dengan menuliskan data setelah catatan terakhir. Ketika kita menginginkan informasi alamat seseorang kita akan mencari karena informasi yang tersaji tidak terurut. Ada juga orang mencatat dengan mengelompokan nama berdasarkan abjad. Hal ini akan lebih mempermudah pencarian karena kita tidak perlu membaca keseluruhan data, tetapi cukup dalam satu kelompok saja. Tapi masalah baru muncul ketika jumlah data untuk sekelompokan data abjad teretentu telalu banyak sedangkan kelompok abjad yang lain masih terlalu sedikit. Dalam metode ini, ada banyak ruang tidak terpakai jika memberikan ruang yang sama untuk setiap kelompok. Dalam hal pencarian, kesulitan akan kita temui ketika informasi yang kita ingin cari dengan kata kunci sebagagian namanya. Misalnya kita akan mencari alamat Anto, sementara yang tercatat dalam buku catatan adalah Mardianto. Tentu saja kita tidak akan dapat menemukannya dalam kelompok data dengan huruf depan A. selain itu, tidak selamanya kata
kunci yang diketahui adalah dari nama, tetapi bisa saja yang diketahui adalah nomer teleponnya, sedangkan yang ingin kita cari adalah alamat dan namanya. Hal ini merupakan masalah baru dari pencatatan data dengan buku. Basis data bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut diatas.


2.      Sistem Basis Data

Sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari koleksi data atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses data tersebut. Komponen Utama Sistem Basis Data :
ü  Perangkat Keras (Hardware)
ü  Sistem Operasi (Operating Sistem)
ü  Basis data (Database)
ü  Sistem Pengelola Basis Data (Database Management Sistem atau disingkat DBMS)
ü  Pemakai (User).
ü  Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya.

Tujuan Utama Sistem Basis Data

Menunjukkan suatu lingkungan yang tepat dan efisien didalam melakukan pengambilan (retrieving) dan penyimpanan (storing) informasi basis data, serta menyediakan antarmuka yang lebih ramah kepada user dalam melihat data.

Kegunaan atau Fungsi Sistem Basis Data

Kegunaan atau Fungsi Sistem Basis Data, mengatasi masalah-masalah pemrosesan data yang sering ditemui dengan menggunakan metode konvensional, permasalah yang diatasi diantaranya:
ü  Redudansi data dan juga inkonsistensi data.
ü  Kesuliatan dalam pengaksesan data.
ü  Data Isolation.
ü  Konkurensi pengaksesan.
ü  Masalah keamanan.
ü  Masalah Integritas.

Pemakai sistem basis data diantaranya:
ü  Programmer Aplikasi yaitu orang atau pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML),
ü  User Mahir (Casual User) yaitu pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query untuk mengakses data dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
ü  User Umum (End User/ Naïve User) yaitu Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah disediakan sebelumnya.
ü  User Khusus (Specialized User) yaitu Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus.

Studi Kasus :

Dibanyak tempat warnet kita pasti sering menemukan beberapa warnet menyediakan sistem pendaftaran sebagai member dengan keuntungan mendapatkan potongan harga dibandingkan dengan user yang tidak mendaftar sebagai member dengan tujuan agar member ini kedepannya menjadi seorang pelanggan tetap warnet tersebut. Yang menjadi permasalahan adalah jika kita telah mendaftar di sebuah warnet “A” dan warnet “A” tersebut memiliki banyak cabang tempat di lokasi lain. Prosedur pendaftaran ulang di cabang lain tersebut bukanlah hal yang efektif, sehingga diperlukan sebuah sistem di database billing yang terintegrasi ke semua cabang lokasi warnet tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem basis data terdistribusi yang didasarkan atas skalabilitas dan perkembangan di masa yang akan datang, seperti perkembangan jumlah member atau perkembangan jumlah cabang pada bisnis warnet tersebut. Sistem terdistribusi adalah sebuah bentuk arsitektur sistem dimana komputer-komputer di warnet tersebut berdiri secara otonom tetapi dapat tetap saling berkomunikasi dan berbagi informasi tanpa memperdulikan dimana komputer itu berada.

Referensi :
-          http://www.pengertianku.net/2014/06/pengertian-basis-data-dan-sistem-basis.html
-          http://udimo.blogspot.co.id/2013/06/studi-kasus-sistem-basis-data-member.html

No comments:

Post a Comment