Thursday, April 2, 2015

ARTIKEL DDL, DML, AGGREGASI DAN GROUPING


ARTIKEL
 DDL, DML, ER-D, AGGREGATION  DAN GROUPING


1.     DDL
DDL (Data Definition Language) merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database. Seperti definisi yang telah dijelaskan di atas, DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) dan menghapus  (drop) struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database.


Secara umum, DDL yang digunakan meliputi perintah sebagai berikut:
- CREATE  : digunakan untuk membuat objek yang baru;
- ALTER    : digunakan untuk mengubah objek yang sudah ada;
- DROP     : digunakan untuk menghapus objek yang sudah ada.

Objek-objek database pada yang dimaksud - pada MySQL - adalah sebagai berikut :
  • Database
  • Table
  • View
  • Index
  • Procedure (Stored Procedure)
  • Function
  • Trigger

-          CREATE

*Sintaks membuat database :
CREATE DATABASE nama_database;
Contoh :
CREATE DATABASE mahasiswa;

     *Sintaks membuat table :
[ CREATE TABLE nama_tabel (nama_field ke-1 tipe_data ( lebar_field ), ......, nama_field ke-n tipe_data ( lebar_field ) ) ;]
Contoh :
CREATE TABLE mahasiswa(
            nim varchar(10) PRIMARY KEY,
            nama varchar(25) NOT NULL,
            jurusan varchar(30) NOT NULL
);

-          ALTER
Digunakan untuk mengedit tabel yang telah ada. dalam pengeditan tabel ini ada beberapa kemungkinan, diantaranya adalah mengubah dalam artian memodifikasi salah satu atau beberapa field pada tabel tersebut atau dalam artian menambah satu atau beberapa field pada tabel tersebut.

*Sintaks mengubah nama Tabel
ALTER TABLE nama_tabel RENAME TO nama_tabel;
Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa RENAME TO mhs;

*Sintaks menambah kolom
ALTER TABLE nama_tabel ADD COLUMN nama_tabel;
Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa ADD COLUMN (usia varchar(10) not null);

*Sintaks mengganti kolom
ALTER TABLE nama_tabel MODIFY nama_tabel;
Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa MODIFY usia int;

*Sintaks menghapus kolom
ALTER TABLE nama_tabel DROP COLUMN nama_tabel;
Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa DROP COLUMN usia;

-          DROP

Terkadang anda diharuskan menghapus sebuah tabel yang telah anda buat, hal ini mungkin disebabkan karena tabel yang anda buat salah, atau tidak diperlukan. untuk itu digunakan perintah Drop.

*Sintaks menghapus table
DROP TABLE nama_tabel;
Contoh:
DROP TABLE mahasiswa;

*Sintaks menghapus database
DROP DATABASE nama_database;
Contoh :
DROP DATABASE kuliah;

Keterangan :
perintah drop tabel ini akan berhasil jika tabel yang dihapus adalah tabel yang tidak ada relasinya ( tabel yang berdiri sendiri ). juga akan berhasil jika yang anda hapus adalah tabel relasi ( tabel yang mengacu pada tabel lain ).

2.     ER-D 

      ER-Diagram didefinisikan sebagai penerjemahan semesta data yang ada di 'dunia nyata' dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sejumlah diagram data. Sederhananya, ER-D adalah suatu cara memodelkan suatu data di tingkat konseptual dalam perancangan basis data. Model ini juga merupakan alat modelling data yang populer dan banyak digunakan oleh para desainer basis data.
Adapun komponen ER-Diagram adalah sebagai berikut:
1. Entitas
Entitas didefinisikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Sederhananya, entitas dikenal sebagai suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya di dalam dunia nyata. Entitas di dalam ER-D direpresentasikan oleh bangun datar persegi panjang. Adapun beberapa contoh entitas adalah sebagai berikut: siswa, pegawai, guru, mobil, dan seterusnya.


 

2. Atribut
Atribut merupakan karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atribut di dalam ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar oval.
Adapun beberapa contoh atribut adalah sebagai berikut:
nomor_induk_siswa, nama, alamat, dan seterusnya.

 

3. Relasi
Relasi didefinisikan sebagai hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Sederhananya, relasi dikenal sebagai hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Relasi pada ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar belah ketupat. Adapun beberapa contoh relasi adalah sebagai berikut: mengontrak, transaksi, dan mengepalai.

 

4. Kardinalitas
Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Adapun kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas adalah sebagai berikut:

a. One to One
Kardinalitas ini terjadi apabila entitas (aku) berhubungan dengan paling banyak satu entitas (kamu), begitu pun sebaliknya. Sederhananya, relasi tabel one-to-one merupakan relasi 2 tabel dengan primary key (pk) dan foreign key (fk) dengan meletakkan kolom one-to-one ke tabel baru. Sebenarnya relasi ini jarang digunakan.

Adapun beberapa alasan relasi ini digunakan adalah sebagai berikut:
·         Memindahkan data ke tabel lain memungkinkan untuk membuat query yang lebih cepat;
·         Mengisolasi dan menghindarkan nilai NULL pada tabel utama;
·         Membuat sebagian data susah diakses.
Di sini, mari menggunakan entitas kepala_sekolah, sekolah, dan relasi mengepalai.
Mari kita lihat perancangannya:

 

ER-D tersebut jika ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
kepala_sekolah : nip, nama, alamat
sekolah : npsn, nama, alamat

b. One to Many dan Many to One
Kardinalitas One to Many terjadi apabila entitas (aku) berhubungan dengan banyak entitas (kamu, dia_1, dia_n), tetapi tidak berlaku sebaliknya, dalam artian entitas (kamu, dia_1, dia_n) hanya berhubungan dengan satu entitas (aku). Kardinalitas Many to One terjadi apabila entitas (saya_1, saya_2, saya_n) berhubungan dengan satu entitas (kamu), tetapi tidak berlaku sebaliknya, dala artian entitas (kamu) berhubungan dengan banyak entitas (saya_1, saya_2, saya_n).
Relasi One to Many terjadi apabila sebuah data yang ada pada tabel pertama memiliki beberapa data yang sama pada tabel kedua. Pada relasi ini hanya diizinkan sebuah data pada tabel pertama dan tabel kedua boleh memiliki beberapa data yang sama dengan tabel pertama. Relasi Many to One berlaku sebaliknya. Mari kita simak perancangan berikut ini dengan menggunakan entitas ibu, anak, dan relasi memiliki.

 

ER-D tersebut jika ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
ibu : nik_ibu, nama, alamat
anak : nik_anak, nama, jenis_kelamin, alamat, nik_ibu


c. Many to many
Kardinalitas Many to Many terjadi apabila banyak entitas (saya, dia_1, dia_n) berhubungan dengan banyak entitas (kamu, kamuu, kamuuu). Relasi Many to Many terjadi apabila sebuah data yang ada pada tabel pertama memiliki beberapa data yang sama pada table kedua, dan sebuah data yang ada pada tabel kedua juga memiliki beberapa data yang sama pada tabel pertama. Pada relasi ini, table pertama dan kedua diizinkan memiliki beberapa data yang sama dengan kedua table tersebut. Mari kita simak perancangan berikut yang melibakan entitas dosen, mahasiswa, dan relasi mengajar.

 

ER-D tersebut jika ditransformasikan ke tabel adalah sebagai berikut:
dosen : nip, nama, tgl_lahir, jenis_kelamin, alamat
mahasiswa : nim, nama, tgl_lahir, jenis_kelamin, alamat
mengajar : id_mengajar, nip, nim

3.      DML

Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa/perintah SQL yang berfungsi untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database), dan digunakan untuk mengambil, memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi yang ada didalam database tersebut. Beberapa manfaat atau kegunaan dari DML.
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data (Select)
b. Penyisipan informasi baru ke basis data (Insert)
c. Penghapusan informasi dari basis data (Delete)
d. Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data (Update)

1. Perintah DMLdalam SQL
Contoh kasus : Kontak Mata Kuliah Mahasiswa
- Kita aplikasikan contoh praktikum yang minggu lalu (DDL).
- Membuat tabel mahasiswa (dengan nama : mahasiswa)
- Membuat tabel dosen (dengan nama : dosen)
- Membuat tabel mata kuliah (dengan nama : matkul)
- Membut tabel nilai (dengan nama : nilai)

-          INSERT
Insert merupakan perintah yang berfungsi untuk menyisipkan, memasukkan dan menyimpan data dari luar sistem ke dalam tabel. Perintah insert memiliki 2 cara yaitu :
a. Cara Langsung
INSERT INTO namatabel VALUES (isi1, isi2, isi3, ...);
b. Cara Tak Langsung
INSERT INTO namatabel (namafield1, namafield2,...) VALUES (isi1, isi2, isi3, ...);

-          SELECT
Berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah data yang ada di dalam tabel untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi. SQL yang digunakan:
a. Menampilkan seluruh isi tabel
SELECT * FROM nama_tabel;
Contoh: SELECT * from dosen;

b. Menampilkan dengan klausa WHERE
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi;
Contoh: SELECT nim, nama, FROM mahasiswa WHERE jenis_kelamin =‘perempuan’;

c. Menampilkan field tertentu
SELECT nama_field1, nama_field2,...... FROM nama_tabel;
Contoh: SELECT kode_matkul, nama_matkul FROM matkul;

d. Menampilkan data yang diambil dari beberapa tabel
SELECT tabel1.field, tabel2.field,.... FROM tabel1, tabel2,.... WHERE kondisi;

e. Penggunaan operator AND dan OR
Untuk mengambil dat tertentu dengan syarat/kondisi lebih dari satu, dan
apabila semua syarat bernilai benar.
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND kondisi2 AND kondisi3..;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR kondisi2 OR kondisi3...;
Contoh:
SELECT a.nim, a.nama, b.nama_matkul, b.jumlah_sks
FROM mahasiswa a, matkul b, kontrak c
WHERE a.nim=c.nim AND b.kode_matkul=c.kode_matkul;

f. Penggunaan operator BETWEEN dan NOT BETWEEN
Untuk menyaring data dengan rentang tertentu (memiliki jangkauan).
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field BETWEEN batas_bawah AND
batas_atas ;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field NOT BETWEEN batas_bawah AND
batas_atas ;
Contoh 1:
SELECT a.id_kontrak, b.nip, b.nama
FROM kontrak a, dosen b
WHERE a.nip=b.nip AND a.id_kontrak BETWEEN 1 AND 3;
Contoh 2:
SELECT a.id_kontrak, b.nip, b.nama
FROM kontrak a, dosen b
WHERE a.nip=b.nip AND a.id_kontrak NOT BETWEEN 4 AND 7;

g. Penggunaan operator LIKE dan NOT LIKE
Untuk menseleksi data dengan kriteria mengandung kata atau klausa
yang didefinisikan oleh LIKE.
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘%....’;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘....%’;
SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘%....%’;
Contoh1 :
SELECT nama_matkul FROM matkul WHERE nama_matkul LIKE '%as%';
Contoh 2:
SELECT nama_matkul FROM matkul Where nama_matkul NOT LIKE '%an';

h. Penggunaan operator ORDER BY
Digunakan untuk mengurutkan data
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield;
Contoh: SELECT *FROM matkul ORDER BY nama_matkul;
Penggunaan operator ASC dan DESC
Untuk mengurutkan data yang ditampilkan secara menaik atau menurun.
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield ASC;
SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield DESC;
Contoh:
SELECT * FROM mahasiswa ORDER BY nama DESC;

-          UPDATE
Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data terbaru. Disini perlu diingat perintah update ini harus dikuti dengan perintah WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan diperbarui.
UPDATE nama_tabel SET field1=nilai_baru, field2=nilai_baru, …..
WHERE kondisi;
Contoh: UPDATE dosen SET nama='Kusnendar Jajang' WHERE nip=’1234’;

-          DELETE
Perintah ini digunakan untuk menghapus atau menghilangkan baris data (record) dari tabel. Penggunaan perintah ini juga harus menggunakan WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan dihapus.
      *Sintaks menghapus baris data
DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;
Contoh: DELETE FROM kontrak WHERE id_kontrak=3;

4.      AGGREGASI DAN GROUPING

Fungsi aggregasi adalah fungsi matematika sederhana dalam SQL. Biasanya fungsi aggregasi ini digunakan pada bagian SELECT untuk melakukan perhitunga dengan melibatkan sekumpulan data atau nilai.grouping merupakan fungsi untuk mengelompokkan suatu data table berdasarkan salah satu field yang diperlukan dari tabel tersebut.

-          AGGREGASI
1. AVG()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai rata-rata sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah umum: SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT AVG(nilai) FROM nilai;

2. COUNT()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai jumlah data (baris/record) dari sekelompok data tabel maupun view.
Perintah umum : SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT COUNT(nama_dosen) FROM dosen;

3. MAX()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah umum : SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel
Contoh:
SELECT MAX(nilai) FROM nilai;

4. MIN()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai terendah dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah umum : SELECT MIN(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT MIN(nilai) FROM nilai;

5. SUM()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai total jumlah sekelompok dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah umum : SELECT SUM(nama_field) From nama_tabel
Contoh:
SELECT SUM(usia) FROM mahasiswa;

6. ROUND()
Fungsi ini digunakan untuk melengkapi bidang numerik dengan jumlah desimal yang ditentukan.
Perintah: SELECT ROUND(nama_field,jumlah_decimal) From nama_tabel
Contoh: SELECT ROUND(nilai,0) FROM nilai;

7. STDDEV_POP()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart deviasi populasi.
Perintah umum: SELECT STDDEV_POP(nama_field) From nama_tabel
Contoh :
SELECT STDDEV_POP(nilai) FROM nilai;

8. VAR_POP()
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart varian populasi.
Perintah umum : SELECT VAR_POP(nama_field) From nama_tabel
Contoh:
SELECT VAR_POP(nilai) FROM nilai;

-          GROUPING
1. Order By
Order by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara terurut berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu ascending (data diurutkan dari yang terkecil ke terbesar) dan descending(data diurutkan dari yang terbesar ke terkecil).
Perintah umum : SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC
Contoh :
SELECT *FROM matkul ORDER BY matkul DESC;

2. Group By
Group by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan beberapa data pada perintah SELECT;
Perintah Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;
Contoh:
SELECT * FROM nilai GROUP BY nim;

3. Having
Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam penggunaannya. HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.
Perintah Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi:
Contoh:
SELECT nim, kode_matkul, nilai FROM nilai GROUP BY nim, kode_matkul HAVING
AVG(nilai)>80;

4. View
View dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada table view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat digunakan untuk membatasi pengaksesan atas sebuah table tertentu, jadi user hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik.
Perintah umum:CREATE VIEW NAMA_VIEW AS<QUERY>
Contoh:
CREATE VIEW V_nilaiMHS as Select a.nim, a.nama, b.nama_matkul, c.nama_dosen,
d.nilai
FROM mahasiswa as a, matkul as b, nilai as d, dosen as c
WHERE a.nim=d.nim and b.kode_matkul=d.kode_matkul and c.nip=b.nip;
Untuk Menampilkan :
SELECT * FROM Nama_Tabel_semu_yg_telah_dibuat;
SELECT * FROM V_nilaiMHS;




No comments:

Post a Comment