Fungsi Rangkaian Elekrtronika : Sebagai Pengusir Nyamuk
Gambar Skema Rangkaian :
Daftar Komponen Rangkaian :
R1 = 10K
R2 = 680 ohm 1/4watt
R3 = 1oo ohm 1/4watt
D1 = IN4001
P1 = potensio lineir
C1 = 0,01mf
Tr1 = UJT2646
Tr2 = BC548
Ls = tweeter
R2 = 680 ohm 1/4watt
R3 = 1oo ohm 1/4watt
D1 = IN4001
P1 = potensio lineir
C1 = 0,01mf
Tr1 = UJT2646
Tr2 = BC548
Ls = tweeter
Rangkaian
ini menghasilkan suara dan frekuensi tinggi
menyerupai suara nyamuk jantan. Karena biasanya yang sering mengigit itu adalah
nyamuk betina sedangkan nyamuk betina tidak senang kalau didekati oleh nyamuk
jantan jika bukan musim kawin. Oleh karena itu antisipasi
untuk melawannya dengan memanipulasi suara nyamuk jantan agar nyamuk betina pergi.
Dengan prinsip inilah rangkaian ini bekerja.
Rangkaian ini didasarkan pada teori
bahwa serangga seperti nyamuk dapat ditolak dengan menggunakan frekuensi suara
dalam kisaran (di atas 20kHz) ultrasonik. Sebuah penguat simetri pelengkap yang
terdiri dari dua transistor digunakan untuk memperkuat suara, tiga resistor
untuk pengatur dalam
membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Satu kapasitor
sebagai penyimpan muatan listrik dan sebagai penyaring frekuensi dan satu dioda
untuk menghantarkan arus listrik dan kesatu arah dan menghambat arus listrik
dari arah sebaliknya.
Speaker Tweeter adalah speaker yang
bekerja dengan mengubah sinyal elektronik menjadi suara melalui konversi
magnet, hanya mereka dibedakan pada range frekuensi berapa dapat bekerja dengan
baik menghasilkan suara yg sempurna (tanpa cacat). Fungsi Tweeter untuk
memperjelas nada/suara frekuensi tinggi baik. Tweeter tidak dapat bekerja
sendiri tanpa filter yang sering disebut sebagai spliter, dimana fungsinya
adalah menyaring sinyal elektronik sehingga hanya sinyal frekuensi tinggi
sesuai spesifikasi tweeter yang diperbolehkan menuju tweeter. Saklar untuk memutuskan dan menghubungkan
aliran listrik. Dan dengan tegangan DC 6 Volt.
