Tuesday, November 4, 2014

RANGKAIAN ELEKTRONIKA YANG BERMANFAAT



CONTOH RANGKAIAN ELEKTRONIKA YANG BERMANFAAT



Nama Rangkaian Elektronika         : Alat Pengusir Nyamuk
Fungsi Rangkaian Elekrtronika      : Sebagai Pengusir Nyamuk
Gambar Skema Rangkaian             :


Daftar Komponen Rangkaian         :
R1        = 10K
R2        = 680 ohm 1/4watt
R3        = 1oo ohm 1/4watt
D1        = IN4001
P1         = potensio lineir
C1        = 0,01mf
Tr1       = UJT2646
Tr2       = BC548
Ls        = tweeter

Cara kerja Rangkaian                      :

Rangkaian ini menghasilkan suara dan frekuensi tinggi menyerupai suara nyamuk jantan. Karena biasanya yang sering mengigit itu adalah nyamuk betina sedangkan nyamuk betina tidak senang kalau didekati oleh nyamuk jantan jika bukan musim kawin. Oleh karena itu antisipasi untuk melawannya dengan memanipulasi suara nyamuk jantan agar nyamuk betina pergi. Dengan prinsip inilah rangkaian ini bekerja.

Analisis Rangkaian                           :

Rangkaian ini didasarkan pada teori bahwa serangga seperti nyamuk dapat ditolak dengan menggunakan frekuensi suara dalam kisaran (di atas 20kHz) ultrasonik. Sebuah penguat simetri pelengkap yang terdiri dari dua transistor digunakan untuk memperkuat suara, tiga resistor untuk pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Satu kapasitor sebagai penyimpan muatan listrik dan sebagai penyaring frekuensi dan satu dioda untuk menghantarkan arus listrik dan kesatu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya.
Speaker Tweeter adalah speaker yang bekerja dengan mengubah sinyal elektronik menjadi suara melalui konversi magnet, hanya mereka dibedakan pada range frekuensi berapa dapat bekerja dengan baik menghasilkan suara yg sempurna (tanpa cacat). Fungsi Tweeter untuk memperjelas nada/suara frekuensi tinggi baik. Tweeter tidak dapat bekerja sendiri tanpa filter yang sering disebut sebagai spliter, dimana fungsinya adalah menyaring sinyal elektronik sehingga hanya sinyal frekuensi tinggi sesuai spesifikasi tweeter yang diperbolehkan menuju tweeter. Saklar untuk memutuskan dan menghubungkan aliran listrik. Dan dengan tegangan DC 6 Volt.

Tuesday, October 7, 2014

Keseimbangan Hidup Beraktifitas di Kampus


MENTORING BMAIL ( Pertemuan 3)

Keseimbangan Hidup Beraktifitas di Kampus



Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Tidak terasa ternyata sudah mentoring lagi, mentoring ketiga berlangsung setelah shalat maghrib tepatnya jam 18.15 WIB dihalaman Mesjid Al-Furqon UPI. Saya kesana berangkat bareng teman yang kebetulan mentoring juga, Setelah sampai di Mesjid saya dan teman mempersiapkan diri untuk shalat maghrib dan setelah itu Dalam pertemuan ketiga itu kamipun seperti biasa disuruh membaca Al – qur’an 2 ayat secara bergiliran dan setelah itu Kang Wandy pun memberikan materi kepada kita yang berjudul (Keseimbangan Hidup Beraktifitas di Kampus). Kang Wandipun terlebih dahulu menjelaskan materi tersebut dengan jelas seperti :
Menjadi mahasiswa tidak hanya terus berada didalam kelas, didepan meja dan belajar yang ingin mendapatkan IP 4,00, tetapi mahasiswa juga harus bisa berperan aktif dalam bidang organisasi. berorganisasi tidak hanya dikampus saja tetapi juga bisa berorganisasi di luar kampus dengan demikian mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu akademik yang didapat didalam kampus serta ilmu berorganisasi untuk bisa turun langsung bersosialisasi dengan masyarakat. Menjadi mahasiswa juga harus bisa menyeimbangkan diri dengan memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani mahasiswa yaitu ilmu akademik dan  ilmu berorganisasi, sehingga menjadi kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas dan intelektual. Kebutuhan rohani yaitu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jangan pernah melupakan kenikmatan yang telah diberikan oleh Tuhan, oleh sebab itu beribadah juga diperlukan untuk mensyukuri atas segala kenikmatan-Nya.
Kami pun disuruh kembali untuk menjelaskan mengenai Keseimbangan Hidup Beraktifitas di Kampus. Satu persatu pun mencoba mengungkapkan pendapat tentang materi tersebut dengan beragam, ketika giliran saya, saya pun menjawab bahwa Keseimbangan Hidup Beraktifitas di Kampus itu adalah “Kalau jadi mahasiwa itu jangan hanya KUPU – KUPU (Kuliah Pulang) atau KUNANG – KUNANG (kuliah Nangkring) harus lah aktif  bukan hanya di akademik saja tapi di organisasi juga atau UKM, tapi semua itu jangan ada yang ada berat sebelah harus seimbang “.Setelah kami memberikan pendapat, Setelah selesai memaparkan materi Peran dan Fungsi Mahsiswa Kang Wandy pun membuka sesi pertanyaan, dan ternyata tidak ada pertanyaan sama sekali, mentoringpun selesai karena materi yang disampaikan oleh Kang Wandy telah dipahami oleh kami. Dan ditutup dengan hamdalah “Alhamdulillah”. Sekian yang dapat saya posting diblog ini semoga kedepannya bisa lebih baik. Amin.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb

Peran dan Fungsi Mahasiswa



MENTORING BMAIL ( Pertemuan 2)

Peran dan Fungsi Mahasiswa



Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Satu minggupun berlalu, mentoring kedua berlangsung seperti biasa siang hari tepatnya jam 12.00 WIB didepan halaman GIK ( Gedung Ilmu Komputer ). Saya lebih awal berada disana, dan disusul oleh teman – teman yang lain seperti Ranggi Rahman, Taufik Ardiansyah dan lain – lain. Sedangkan Kang Wandy (Pementor/Pembimbing) sangat telat sampai di GIK karena ada jadwal kuliah waktu itu
Dalam pertemuan kedua itu kamipun seperti biasa disuruh membaca Al – qur’an 5 ayat secara bergiliran dan setelah itu Kang Wandy pun memberikan materi kepada kita yang berjudul (Peran dan Fungsi Mahasiswa). Kang Wandipun terlebih dahulu menjelaskan materi tersebut dengan jelas seperti :
Menurut KBBI pengertian mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, Secara adminitrasi mereka terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi.Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.
Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya. 
Mahasiswa memiliki peran dan fungsi sebagai agent of change, control social, dan iron stock. mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
         Yang kedua adalah sebagai control sosial. Mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan seperti pahlawan, mahasiswa sepantasnya menjadi agen pemberdayaan setelah peubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa yang kemudian ditunjang dengan fungsi mahasiswa selanjutnya yaitu social control, kontrol budaya, kontrol masyarakat, dan kontrol individu sehingga menutup celah-celah adanya kezaliman. Mahasiswa bukan sebagai pengamat dalam peran ini, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena bahwa mahasiswa merupakan bagian masyarakat.
Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.
Kami pun disuruh kembali untuk menjelaskan mengenai Peran dan Fungsi Mahasiswa. Satu persatu pun mencoba mengungkapkan pendapat tentang materi tersebut dengan beragam, ketika giliran saya, saya pun menjawab bahwa Peran dan Fungsi Mahasiswa adalah “Kalau Peran mahasiswa adalah sebagai pelajar atau penuntut ilmu dimana kita itu harus patuh atau taat terhadap tata tertib yang ada pada Universitas tersebut khususnya UPI dan betul – betul berusaha menjadi yang terbaik dan Motivasi Mahasiswa adalah Menjadi Mahasiswa yang mandiri, dapat mememecahkan masalah serta mempunyai solusi untuk menanggulanginya “.Setelah kami memberikan pendapat, Setelah selesai memaparkan materi Peran dan Fungsi Mahsiswa Kang Wandy pun membuka sesi pertanyaan, dan ternyata tidak ada pertanyaan sama sekali, mentoringpun selesai karena materi yang disampaikan oleh Kang Wandy telah dipahami oleh kami. Dan ditutup dengan hamdalah “Alhamdulillah”. Sekian yang dapat saya posting diblog ini semoga kedepannya bisa lebih baik. Amin.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb